Awal Mula Menulis Kreatif

Otak manusia, selain terdiri dari otak kecil dan otak besar, juga ada otak kiri dan otak kanan. Kedua otak yang disebut terakhir sangat bermanfaat sebagai pencetus hal-hal baru di dunia sekaligus pengatur irama kehidupan. Karena itulah kehidupan menjadi berwarna-warni, ada melodi dan harmoninya.

Ulah Otak Kiri

Ini otak yang sering ngatur, suka menyaring informasi berdasarkan pranata-pranata, etika, regulasi dan lain sebagainya. Bila otak kiri itu kaya ilmu, ia cerewet juga. Bila kita hendak menulis lalu tiba-tiba terlintas pikiran, “Ah, malu, ah, nulis begini,” ini kerja otak kiri. Bila Anda penulis pemula, maka sudah berhenti sampai di situlah. Satu kreativitas terbunuh.

Pakai Otak Kanan

Bila penulis pemula mau terus memiliki ide-ide “liar”, pakailah otak kanan. Otak kanan ini penuh ide dan benih kreativitas. Ia berpikir murni. Karena otak kanan, banyak orang memiliki ide-ide brilian. Orang yang total menggunakan otak kanan seringkali dianggap gila. (Ya, iyalah, wong kerja tanpa aturan).

Ada baiknya memang sesekali kita memotong jalur (bypass) kerja otak kiri sehingga ia tidak ngatur-ngatur otak kanan. Dengan berlatih begitu kita terbiasa memunculkan ide-ide yang menggugah dunia atau menemukan sesuatu yang digilai dunia. Bila sudah lancar memunculkan ide kreatif, boleh kembali menggunakan otak kiri. Otak kiri dipakai untuk mengedit bila semua sudah ditulis.

Melatih Otak Kanan

Salah satu cara untuk melatih kerja otak kanan adalah dengan menulis sesuka hati tanpa perlu bertanya mau menulis apa dan sebanyak apa. Tulis sajalah apa yang terlintas di kepala. Menulis sajalah seperti orang gila atau orang stres.

Tidak apa-apa bila pada awalnya kita dibilang gila dan stres. Jangan pikirkan itu (kalau dipikirkan juga berarti Anda gagal mem-bypass kerja otak kiri). Toh, banyak penulis hebat seperti orang gila.

Intinya, menulis saja terus, jangan pikirkan aturan-aturan. Kalau tidak tahu mau menulis apa, tulislah itu: Saya tidak tahu mau menulis apa. Berulang-ulang. Lagi, lagi dan lagi. Berlatihlah sebanyak mungkin, setiap pagi, setiap hari, setiap malam atau setiap waktu, tapi jangan sampai gila beneran.

Tulisan ini bersumber dari kumpulan makalahnya Hari Surjadi. Mas Hari ngambilnya dari buku Dr. Grabriel Rico, Writing the Natural Way. Gambar diambil dari The Writer’s Journey.

6 Komentar

Filed under Bahasa, jurnalistik, PeSAn BijAk, SastRa

6 Respon untuk Awal Mula Menulis Kreatif

  1. saya, sepertinya termasuk yg lebih banyak pake otak kanan. nulis tanpa aturan, seketangkepnya aja :D

  2. benar. sejak dulu aku salut sama mbok venus. nulisnya lancar banget. begitulah otak kanan bekerja. begitulah asyiknya bila nggak diganggu otak kiri. semua keluar begitu saja menjadi tulisan.

    jujur, aku sendiri masih harus berlatih agar otak kananku tidak diganggu otak kiri.

    keep writing mbok, keep blogging. me too…

  3. Saya masih suka meragu untuk menulis terlalu sering, takut kebanyakan noise. Otak kiri saya sepertinya lebih dominan, saya ingin mengubahnya.

  4. oo.. jd gitu yah rahasia nya.. :)
    arigatou untuk ilmu nya.. baru nyadar.. :)

  5. saya justru baru belajar nulis nih, Asyik juga ternyata!

  6. udin

    mantap gan…
    mulai sekarang aku tak nyoba sesuatu yg tanpa aturan baku untuk ngelatih kreatifitas otak kanan

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s