Viralitas Tak Terbendung

graph-retroV
Situs berita online bertumbuh seperti jamur di musim hujan. Dari segi penjangkauan publik –atau dalam istilah media disebut readership, masyarakat pembaca kini boleh meyakini bahwa media online sudah menjadi raja. Ia ditopang sederetan aplikasi media sosial dan, yang terpenting, karakter viralitas.

Berbicara di forum Publish Asia 2016 di Fort Santiago, Manila, Filipina, chairman Jawa Pos Group Azrul Ananda mengakui masifnya gempuran media online. Mengutip Roy Morgan Research 2015, Azrul menyebutkan bahwa tren global Indonesia memperlihatkan penetrasi Internet sebanyak 43 persen dan penetrasi koran tertahan di angka 34 persen.

Terlepas dari revenue bisnisnya yang relatif kecil, akselerasi readership media online tidak terbendung, berbanding terbalik dengan media cetak dengan stagnansinya.

Viralitas dan Politik
Menarik menyimak perjalanan pencalonan Barack Obama hingga menjadi Presiden Amerika Serikat dan korelasinya dengan politik dan bisnis media online di Tanah Air. Ketika mengawali kampanye pada 2007 dan menang pada 2008, Obama, seperti ramai diberitakan, menempatkan potensi viralitas dunia digital di posisi terpenting.

Lanjutkan membaca “Viralitas Tak Terbendung”

Ini Oktober 2015

(Tulisan ini pernah dimuat di JambiBisa.com, Oktober 2015)

Saya menandai bulan ini dengan baik. Inilah bulan di mana kabut asap dengan indeks standar pencemaran udara (ISPU) mencapai level sangat berbahaya, seringkali di atas 500. Inilah bulan di mana kebakaran lahan dan hutan tak jua berhenti, terjadi sejak dua bulan lalu, tetapi Pj Gubernur Jambi Irman –pengganti sementara gubernur sebelumnya yang mencalonkan diri lagi– pernah menganggap ini hal yang amat remeh dan sepele.

Inilah bulan dimana ekonomi Indonesia memburuk, dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar masih di atas Rp 13.000. Pada bulan sebelumnya bahkan selalu di atas Rp 14.000. Inilah bulan di mana pemecatan alias PHK alias pemutusan hubungan kerja terjadi di mana-mana, tetapi pernah dibantah oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Inilah bulan di mana daya beli masyarakat menurun. Dagangan banyak tidak laku. Industri lesu.

Inilah bulan di mana harga-harga komoditas petani anjlok. Tandan buah segar (TBS) sawit mencapi Rp 450 per kilogram, karet Rp 5.000. Inilah bulan di mana hasil panen banyak gagal. Inilah bulan di mana, jangankan memanen, menanam pun petani tak bisa karena tanah-tanah kering kerontang. Inilah bulan di mana sungai-sungai, sumur-sumur bahkan danau-danau mengering.

Lanjutkan membaca “Ini Oktober 2015”

Makar Media

(Tulisan ini pernah dimuat di JambiBisa.com, November 2015)

Ada istilah baru –setidaknya bagi saya karena ini pertama kali saya mendengarnya– yang menculik pikiran saya sejenak beberapa hari lalu. Itulah “makar media”. Saya sebut “menculik” karena saya langsung dipaksa meninggalkan pekerjaan yang menumpuk untuk mencari tahu dan menulis kolom ini.

Entah karena pintar menciptakan istilah atau karena jengkelnya kepada media atau karena terlalu berapi-api, seorang orator unjuk rasa buruh di Istana Negara pada 28 Oktober lalu menuding media-media arus utama  telah berbuat makar (terhadap buruh). “Ini makar dari media mainstream. Mereka terlihat tidak ada yang meliput kita. Biasanya ada mobil-mobil stasiun televisi nongkrong dekat sini.”  Begitu pernyataannya seperti dikutip portal berita NBC Indonesia, Kamis (28/10).

Katanya, makar oleh media mainstream tidak akan pernah berhasil karena Allah yang maha sebaik-baiknya pembuat makar yang akan menang. Awalnya saya agak merasa lucu dengan istilah makar media itu. Tetapi setelah membaca habis beritanya, saya berempati juga.

Lanjutkan membaca “Makar Media”

Transportasi Masal Itu Mutlak

Mass-Transit[1]

Gubernur Jakarta Jokowi pernah disibukkan dengan wacana lanjut tidaknya proyek transportasi publik monorel. Dengan tegas, akhirnya Jokowi menyatakan bahwa proyek yang mangkrak sejak zaman Gubernur Sutiyoso itu akan dilanjutkan. Sebuah pilihan bijak untuk mengurangi kemacetan Jakarta, meleset jauh dari kemauan banyak pihak. Sebagian kalangan, terutama pengusaha otomotif, diam-diam menghendaki rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan, bukan dengan memperkuat transportasi publik atau transportasi masal.

Coba baca artikel ini untuk referensi tentang transportasi publik: http://en.wikipedia.org/wiki/Public_transport

Lanjutkan membaca “Transportasi Masal Itu Mutlak”

Kesalnya bila Dapat Novel Rusak

IMG00281-20130331-2053

Sudah beberapa bulan ini saya kembali menggandrungi buku-buku lama semisal buah tangan Agatha Christie dan Sir Arthur Conan Doyle. Baik yang sudah pernah saya baca di waktu muda, maupun yang belum sama sekali. Baik yang pernah saya beli –yang sekarang entah di mana bukunya—maupun yang saya baca di sejumlah perpustakaan.

Sebagian besar yang ingin saya baca memang adalah kisah-kisah detektif, sekadar menapak tilas perjalanan Miss Marple, Sherlock Holmes atau Hercule Poirot. Tetapi, terkadang saya juga membeli buku-buku klasik dengan kisah klasik pula, semisal histrorical romance What Happens in London karangan Julia Quinn. Buku-buku seperti ini sebenarnya adalah “makanan” sehari-hari saya semasa kuliah di akademi bahasa asing dulu di Padang. Dan buku-buku tersebut kebetulan memang lagi ramai dicetak dan diterbitkan ulang oleh Gramedia. Lanjutkan membaca “Kesalnya bila Dapat Novel Rusak”

2010 in review (Catatan dari WordPress)

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads This blog is on fire!.

Crunchy numbers

Featured image

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 9,900 times in 2010. That’s about 24 full 747s.

In 2010, there were 2 new posts, growing the total archive of this blog to 96 posts.

The busiest day of the year was November 30th with 88 views. The most popular post that day was Harry Potter, Daniel Radcliffe dan Zumi Zola.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were search.conduit.com, google.co.id, facebook.com, start.facemoods.com, and migontor.wordpress.com.

Some visitors came searching, mostly for zumi zola, kata kata puisi cinta, jambi tv, buku-buku, and iklan lowongan kerja.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Harry Potter, Daniel Radcliffe dan Zumi Zola March 2007
239 comments

2

puisi-puisi cinta j. rizal September 2006
30 comments

3

Anak-anak Bung Karno, Siapa Ingat Bengkulu? January 2009
6 comments

4

Lowongan Kerja di Televisi Jambi May 2007
71 comments

5

Sebuah Animasi September 2008
4 comments

Blogging from Blackberry

Saya baru saja men-download applikasi WordPress for Blakcberry. Free, of course. Hmm, asyik juga. Saya jadi lebih mudah menulis dari BB murahan saya ini. Berharap kembali bergairah menulis di sini.

Ah, ya, saya juga baru mengaktifkan kembali akun Twitter lama saya, yang saya buat pada Januari 2009 lalu. So far baru punya lima follower. Jd, lebih fun berkicau-kicau skarang. Just follow me @JoniRizal.