Tentang “Berita Angkat Telur” dan “Berita Duit”

journalist-985077_960_720_web

foto by pixabay.com

Dua istilah dalam judul tulisan ini memang memakai tanda kutip. Kalau tidak memakai tanda kutip, saya khawatir maknanya menjadi berita tentang telur dan berita tentang duit. Padahal yang saya maksud bukan itu. Untuk frasa “berita duit”, misalnya, yang saya maksud adalah “berita yang berbau duit”. Nah, saya kasih tanda kutip lagi karena takutnya akan bermakna bau beneran. Tahu kan bau duit seperti apa? Pernah kan mencium bau duit? Nah, bukan itu maksud saya.

“Berita ngangkat telok” dan “berita duit” adalah dua istilah berasosiasi negatif yang akrab dengan kalangan media di Jambi. Telok dalam bahasa daerah ini berarti telur. “Berita angkat telok” bukanlah berita tentang seorang pesohor atau kelompok pesohor mengangkat telur, bukan pula tentang lomba mengangkat telur pada 17 Agustus untuk memecahkan rekor Muri.
Baca lebih lanjut

Antologi Puisi Siginjai Kata-kata

Ternyata buku antologi puisi yang saya sebut pada postingan sebelumnya sudah diterbitkan dan beredar di kalangan sastrawan dan seniman Jambi. Judulnya: Antologi Puisi Sepucuk Jambi Sejuta Puisi; Siginjai Kata-kata 34 Penyair Jambi. Penerbit: Sanggar Sastra Imaji, Dewan Kesenian Jambi, RKM, 2016. Peminat sastra yang tinggal di Jambi, tunggu acara peluncurannya ya…

Puisi-puisi tentang Jambi

Saya menulis tiga puisi ini untuk sebuah antologi yang disiapkan oleh Sanggar Imaji Bangko, Dewan Kesenian Jambi dan Rukam Bangko. Bukunya terbit tahun ini, berjudul “Siginjai Kata-kata” dengan pengantar oleh pengajar cum penyair Dimas Arika Mihardja. 

Pilih Tanah Berhala

telah kubentang sajadah
di tanah berhala

maka tak sujud, tak rukuk
tak tegak allahu akbar
doa-doa pergi

ke ruang remang, remang sekali
gamang, gamang dan ngeri

ini masa meraja pesta,
temaram dan hingar bingar
hingga azan

ini tanah, tanah pilihmu,
tanahmu, tanah kita, tanah berhala

Februari 2016

Paduka di Pulau

mungkin karena paduka di pulau
maka awam tak kunjung pandai

Jambi, Februari 2016

Dari Hantu ke Bau

Kata orang kita muncul dari hantu
mungkin dari zaman batu
lalu menjelma kubu
tak berbaju dan bau

lalu, bertahun-tahun kita tak hantu,
tumbuh di zaman baru,
tapi kubu

bertahun-tahun kita kubu… dan bau

ah, ayolah, kenapa kini kembali hantu,
kubu, tak berbaju… dan bau?

Jambi, 2016

Viralitas Tak Terbendung

graph-retroV
Situs berita online bertumbuh seperti jamur di musim hujan. Dari segi penjangkauan publik –atau dalam istilah media disebut readership, masyarakat pembaca kini boleh meyakini bahwa media online sudah menjadi raja. Ia ditopang sederetan aplikasi media sosial dan, yang terpenting, karakter viralitas.

Berbicara di forum Publish Asia 2016 di Fort Santiago, Manila, Filipina, chairman Jawa Pos Group Azrul Ananda mengakui masifnya gempuran media online. Mengutip Roy Morgan Research 2015, Azrul menyebutkan bahwa tren global Indonesia memperlihatkan penetrasi Internet sebanyak 43 persen dan penetrasi koran tertahan di angka 34 persen. Baca lebih lanjut

Ini Oktober 2015

(Tulisan ini pernah dimuat di JambiBisa.com, Oktober 2015)

Saya menandai bulan ini dengan baik. Inilah bulan di mana kabut asap dengan indeks standar pencemaran udara (ISPU) mencapai level sangat berbahaya, seringkali di atas 500. Inilah bulan di mana kebakaran lahan dan hutan tak jua berhenti, terjadi sejak dua bulan lalu, tetapi Pj Gubernur Jambi Irman –pengganti sementara gubernur sebelumnya yang mencalonkan diri lagi– pernah menganggap ini hal yang amat remeh dan sepele.

Inilah bulan dimana ekonomi Indonesia memburuk, dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar masih di atas Rp 13.000. Pada bulan sebelumnya bahkan selalu di atas Rp 14.000. Inilah bulan di mana pemecatan alias PHK alias pemutusan hubungan kerja terjadi di mana-mana, tetapi pernah dibantah oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Baca lebih lanjut