Ada Apa dengan Sepeda Gila?

Aku (yang
di belakang)
dan seorang
teman bermain
sepeda patah
ketika mengikuti
outbond training
di Kampoeng Radja,
taman yang
indah di kotaku.

Outbound training itu sudah lama, tetapi aku masih bisa mengingat sepeda gila yang pernah aku kendarai itu. Awalnya aku sempat bertanya-tanya mengapa menyayuh sepeda patah sebaiknya dipelajari.Sepeda itu tidak benar-benar patah, tetapi bagian tengahnya tidak dibuat nyambung mati.

Sehingga, bila dikayuh, arah roda belakangnya tidak selaras dengan roda depan. Pengendara mungkin mengarahkan roda depan ke kiri, tetapi roda belakang bisa lari ke kanan. Bahkan, roda belakang bisa mendahulu roda depan. Repot kan? Itulah sebabnya orang-orang juga menyebutnya sepeda gila.

“Kendalikan ia!” Begitu kata instruktur outbound training kala itu. Atau, “Ikuti saja arahnya!”, “Jangan memaksa”, “Jangan sok hebat!”, “Coba selaraskan!”, “Coba luruskan!”, “Coba bikin sejajar!”, dan lain-lain instruksi sang instruktur. Intinya, kemana pun roda depan, kemana pun roda belakang, cobalah untuk tidak jatuh. Butuh kiat khusus, memang.

Kalau membawahi banyak orang di sebuah perusahaan, ingatlah bahwa di antara orang-orang itu ada yang seperti sepeda patah itu. Atau justru hubungan kita dengan bawahan seperti hubungan roda depan dan roda belakang sepeda itu, sulit untuk searah. Itulah seninya memimpin bawahan.

Ada yang begini, ada yang begitu. Bila disatukan, kita dan bawahan itu kadang mirip sekumpulan orang gila. Atau, kata seorang guru manajemen dari Singapura, mengelola bawahan di kantor tidak lebih dari mengelola sekawanan iblis!

Mengendari sepeda patah saja susahnya minta ampun, apalagi bila ia menjadi iblis, ya? Dunia kerja memang gila.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s