Putra Andalas Memalukan

Media Indonesia hari ini mengabarkan bahwa dirinya menjadi surat kabar terbaik dalam berbahasa Indonesia versi Depdiknas. Mencengangkan karena mengalahkan Koran Tempo, Kompas, Jawa Pos, apatah lagi Republika atau lainnya. Yang lebih mencengangkan, hanya ada satu koran terbitan Sumatera, wilayah basis Bahasa Melayu, cikal-bakal Bahasa Indonesia, yang masuk 10 besar.

Itulah Haluan yang terbit di Padang.Bagaimana dengan koran-koran Sumatera lainnya, terutama di Riau dan sekitarnya, apakah sudah melupakan bahasa leluhur? Sebagai orang koran, aku juga merasa bersalah.

Pak S Sinansari ecip, mentor bahasa kami yang mengajar di Universitas Hasanuddin dan Universitas Indonesia seringkali mengingatkan soal ini. Katanya, semestinya bahasa Indonesia dipakai lebih baik di tanah Melayu, tanah penutur aslinya. Memalukan bila ternyata sebaliknya.

Tetapi, harus diakui sumber daya untuk bahasa Indonesia yang baik dan benar memang sulit dicari alias tak banyak jamaknya. Wahai putra Andalas, malulah kita bila menggunakan bahasa yang berasal dari pulau ini saja kita tidak becus.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s