Meiliana K Tansri

Terus-terang, aku baru sadar bahwa Meiliana Kristani Tansri itu kelahiran Jambi. Pantas aku merasa-rasa pernah mengenal namanya, dulu di suatu waktu. Selama ini, yang aku ingat tentang penulis Jambi yang cewek itu hanya Iriani R Tandi. Duh, sebagai penulis aku memang kuper akhir-akhir ini.

Dua pekan lalu, Mei, sang penulis yang cerpennya beberapa kali menang lomba di majalah nasional itu, meluncurkan novel ketiganya, Layang-layang Biru di Mal WTC Batanghari, Kota Jambi. Aku tidak datang karena pada saat bersamaan aku pindah rumah. Jadilah aku sampai sekarang belum memimiliki bukunya dan bahkan sama sekali belum mengenal wajahnya.Sangat ingin aku membaca bukunya, mengobrol dengannya. Sangat ingin aku belajar darinya untuk melahirkan buku. Terus-terang, setiap kali berencana membikin buku selalu aku terjebak rasa bosan dan akhirnya berhenti begitu saja. Ide pun tinggal dalam kepingan-kepingan tulisan di sejumlah laci, disket, harddisk, flash disk dan entah di mana lagi.

Halo, Mei, aku minta maaf tidak sempat datang ke acaramu yang aku yakin sangat menarik itu. Aku yakin tanpa kedatanganku yang orang biasa ini predikatmu sebagai penulis semakin kuat. Apalagi aku dengar di acara itu juga ada beberapa penulis hebat yang hadir, seperti Pak Daryono dari Unja. Tentu kamu semakin termotivasi menulis.

Salam dariku. Kapan-kapan kita harus berkenalan. Mohon maaf, sampai sekarang aku memang belum pernah membaca dan memiliki novelmu. Pada saat peluncuran di WTC Batanghari itu, terus-terang lagi, aku sedang menunggu seorang rekan mengirimiku 5 Cm karya Donny Dhirgantoro –tapi sampai postingan ini aku tulis juga belum dikirim. Dari internet aku mengetahui bahwa dua bukumu yang sudah launching duluan adalah Kupu-kupu dan Belajar Terbang. Semuanya, termasuk Layang-layang Biru adalah terbitan Gramedia? Wow, keren begitu.

gambar di atas aku colong dari sini

Iklan

3 thoughts on “Meiliana K Tansri

  1. “Meiliana K. Tansri” :
    gmna nasib Elsa?????????????
    knpa, ceritanya gk akhir yg bahagia???????
    sayaaa protesssssss……………..
    elsa, juga harus merasakan kebahagiaan..
    bukan perempuan yg selalu merasa kesepian kaaaan???????????????

    • Ending terbuka lebih menarik, tidak menutup jalan bagi imajinasi. Lagipula, penulis memang senang ngerjain pembaca 🙂

      Salam,
      Meiliana K. Tansri

  2. Bu Meiliana, bisakah saya meminta nomor yang dapat dihubungi atau e-mail Ibu? Saya sedang mengerjakan skripsi tentang kajian psikologi humanistik dalam novel Konser. Terima kasih sebelumnya.. O iya, terima kasih sudah menciptakan novel Konser yang fantastis… hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s