Hanya Puisi

Ada kalanya, berpuisi hanya menuliskan kata-kata yang entah bermakna apa. Hanya rasa-rasa, hanya kira-kira. Tapi –sungguh!– ia penuh makna. Jangan bertanya kenapa aku memasang gambar kerlip cahaya di malam gulita untuk puisi ini.

Mencinta Tak Sebebas Cinta

Telah terjarak waktucahaya.png
engkau mengulas-ulas senyum,
menggaduh pendaman rindu

Tak terjarah waktu
engkau meronta-ronta kuda
menggeliat basah menunggu

Ah, goda itu tak juga biasa
sebab mencinta ternyata
tak sebebas keliaran cinta

J. Rizal, Mei 2007

Iklan

3 thoughts on “Hanya Puisi

  1. wah.. kayaknya menikmati banget hidup dlm dunia sastra yah..

    btw itu puisi untuk siapa yah?? dia?? Dia?? dIa?? atau diA??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s