Bangun, Ulang Tahun!

ultah.jpg

Aku lahir 26 Juni. Tapi secara formal ulang tahunku dirayakan setiap 28 Juni. Ada kesalahan penulisan tanggal dan bulan lahirku pada saat pendataan peserta ebtanas semasa SD. Maka, sejak ijazah SD-ku dikeluarkan, resmilah aku lahir 28 Juni walaupun mbrojol ke bumi dua hari sebelumnya.

Lahirku julung kembang –kata orang Jawa, yakni menjelang subuh. Kata Pak Lik Wahab-ku, itu artinya aku jadi perhatian banyak orang karena melambangkan pencerahan. Bukankah matahari pagi sangat dinantikan setelah semalaman di dalam gelap? Kata Pak Lik, di antara sesama rekan, aku menonjol; di antara sesama pria aku primadona. Inilah parahnya. Ternyata menarik itu juga berlaku untuk urusan pacar. Walaupun tidak ngganteng, tidak bertubuh atletis, tidak kaya, tidak putih, tidak gaya, kata Pak Lik, aku tetap lebih enak diajak pacaran. Halah!

lilin1.jpgPrimbon mengatakan begitu. Tapi aku berdarah Melayu, tetap berlakukah primbon itu? Entahlah. Yang jelas, karena aku juga dibesarkan dalam tradisi Jawa, maka terjemahan primbon itu kadang kala menjadi penyemangat sampai aku bisa bikin blog ini. Aku bangga dengan sikap nrimo Jawa berbaur dengan bawaan intel Melayu kopi daun dalam diriku. Kalau begitu, aku memang menarik, ya? Narsis!

Anyway-lah, apa arti ulang tahun bagiku? Siapa pula yang selalu mengingat hari kelahiranku? Saudara, ayah-ibu, isteri, anak, atasan, bawahan atau rekan kerja, mantan pacar atau teman-teman semasa sekolah dulu? Tidak tahu. Aku sendiri pernah tidak ingat bahwa aku sedang berada di tanggal hari aku dilahirkan.

Kemarin, ucapan selamat pertama dari anak walaupun isteri lebih dulu ingat. (Isteri sempat cemburu karena saat anak mengucapkan selamat, dia sedang mengetik ucapaan serupa di ponselnya –gpp kok karena itu bukan masalah substansial).

balon.jpgTak ada kue ulang tahun? Ya enggaklah…. Dari dulu aku tidak pernah merayakan ulang tahun. Lha, Wong ndeso kok ulang tahun-ulang tahunan mbarang. Apalagi pakai pesta, makan-makan, minum-minum, dll. Ya tidak ada yang begitu itu.

Dulu, aku sering bertanya, apalah artinya ulang tahun dirayakan dengan makan-makan, minum-minum dan tiup lilin? Untuk apa pula mengingatnya?

Setelah bertahun-tahun, aku menyadari untungnya mengingat tanggal kelahiran walaupun tanpa pesta. Kita tahu bahwa waktu yang dibuat periodik ini bisa menjadi saat untuk apa pun yang kita mau.

Misalnya, gajian setiap tanggal 1, 5, 10 atau 28; atau masuk kerja setiap pukul delapan pagi; atau terima profit sharing setiap awal tahun atau bonus setiap pertengahan tahun.

Dengan alasan keyakinan, aku mengambil tanggal lahir untuk memulai sesuatu yang baru. Memasuki pertambahan usia tahun ini, aku ingin dalam setahun lancar baca Alquran dan bacaan-bacaan ibadah. Bila waktunya diambil berdasarkan keyakinan nonreligius, maka soal “materi garapan” sangat terkait dengan urusan spiritual. Aku menyadari, untuk urusan emotional dan spiritual quotient aku sangat lemah. Urusan dua quotient itu menurutku tidak hanya bisa didapat lewat sekolah kepribadian, ESQ training atau training kepemimpinan yang banyak dijajakan akhir-akhir ini. Menanamkan lebih dalam keyakinan agama juga akan memunculkan kecerdasan yang langka itu.

Aku sudah sering memaksa diri beribadah dengan banyak alasan. Misalnya, semasa kecil aku mengaji karena takut dicambuk orang tua dan rajin sembahyang karena ingin dianggap anak saleh. Atau, aku menjadi rajin salat setelah menikah agar dianggap menantu yang baik oleh mertua atau dianggap orang yang alim oleh tetangga.

Aku tidak mau lagi dengan alasan itu karena aku menyadari bahwa aku masuk Islam bukan karena orang tuaku Islam. Aku Islam karena inilah keyakinanku. Aku percaya, keyakinan bisa memindahkan gunung. Maka, bangunlah aku, di hari ulang tahunku ini untuk memulai sesuatu yang baru.(*)

Iklan

14 thoughts on “Bangun, Ulang Tahun!

  1. sblomx met ultah hari lahir bank…

    kata ayah rida, baiknya pada hari lahir kita mengangis sprti waktu kita dilahirkan kedunia ini..
    hanya saja alasannya yang berbeda…
    ataupun sama….
    dulu kita menangis bahagia krn terlahir kedunia,
    kini kita menangis karena semakin dekat hari meninggalakn dunia…

  2. happy belated birthday, bang. maap ucapannya telat dan saya lamaaaaa banget baca-baca di sini. ukan congkak bukan sombong (halah), tapi ini gara-gara blog ini ga kebaca sama feed reader saya. hiks…

  3. ini semua cuma bohongan aja kan aku gak percaya dengan semua ini………………………………………………………………………………
    dasar katrok gak bisa buat primbon yang berguna?

    gak penting kale!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  4. salam kenal

    permisi mas, minta gambarnya ya yg ada tulisan : ulang tahun adalah…….

    buat tulisan di blog saya, tentang Ulang tahun juga sih, heheheh

    makasih banyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s