Mengagumi Negeri Danau-danau

danau-danau.gif

Pernah berwisata ke enam danau di dua provinsi dalam satu hari? Membaca postingan ini, Anda mungkin bisa melakukannya.

Ini salah satu keunikan –eh, unik tidak ya?—perjalanan mudik Lebaran kami tahun ini. Kami melintas di jalur yang dihuni –lha kok dihuni?—enam danau. Mulai dari Danau Kerinci di Provinsi Jambi sampai ke Danau Maninjau di Sumatera Barat.

Simak peta di atas. Sebelumnya, kami mudik dari Jambi ke Kerinci, melintasi tepian Danau Kerinci. Danau ini pernah membuat pemerintah repot karena keong emas yang ditebar untuk melahap eceng gondok malah mengganyang padi penduduk.

Rumah ortuku di Kayu Aro, di kaki Gunung Kerinci, dekat Gunung Tujuh. Di atas Gunung Tujuh, sekitar dua jam mendaki dari kakinya, ada danau tertinggi di Asia Tenggara. Itulah Danau Gunung Tujuh.

Singkat cerita, usai bersilaturahmi dan berkumpul bersama keluarga di Kerinci, kami (aku isteri dan anak plus satu kakak perempuan, dua anaknya dan seorang pengasuh anakku) ke Bukittinggi.

Star di Kayu Aro, kami menuju Kotobaru untuk mencapai Kanagarian Batu Palano. Ini kampung isteri, tempat mertua bermukim.

Memasuki Solok Selatan kami melintasi Alahan Panjang yang terkenal dengan danau kembarnya. Itulah Danau di Atas dan Danau di Bawah. Dari Kayu Aro ke Alahan Panjang butuh waktu sekitar 3 jam. Maka, mobil kami pun meliuk pelan di tepian danau yang jalannya berbelok itu.

Selepas itu, di Simpang Lubuk Selasih, kami mengambil jalur kanan menuju Solok. Bila ke kiri, kita akan sampai di Kota Padang. Sekitar 10 menit dari Solok kami sudah di Danau Singkarak yang terkenal itu.

Setelah itu Padangpanjang, lalu sampailah ke Kotobaru. Sekitar lima menit berkendaraan dari sini, bertemulah kita dengan Pasar Padang Lua. Di situlah simpang ke Danau Maninjau.

Ambil jalur ke kiri maka bertemulah kita dengan kelok Ampek Puluah Ampek. Ini sebutan untuk tikungan-tikungan tajam yang konon berjumlah 44 sebelum mencapai danau itu.

Kami memang tidak melihat dari dekat keenam danau tersebut dalam sekali jalan –dari Kayu Aro ke Kotobaru sekitar 5 jam. Sepanjang jalur perjalanan kami, hanya Danau di Atas dan Danau Singkarak yang bisa disinggahi.

Tapi bila Anda mau mencoba, mulailah dari Danau Kerinci menuju Kayu Aro. Jarak tempuhnya sekitar 1,5 jam. Diperlukan waktu sekitar 4 jam untuk pergi dan pulang dari Danau Gunung Tujuh dengan berjalan kaki.

Selepas itu, ikuti jalur kami ke Bukittinggi (di peta jalur ini berwarna kuning). Maka, Anda bisa mampir di Danau di Atas, Danau di Bawah (aku tidak begitu tahu jalur ke danau ini) dan Danau Singkarak.

Menyusuri tepian Danau Singkarak, menyusup di Kota Padangpanjang, teruslah mengemudi ke Pasar Padang Lua. Di sini, ada perempatan. Ambil jalur kiri untuk mencapai Danau Maninjau.

So, bila pintar membagi waktu, dalam 12 jam Anda sudah menikmati keindahan enam danau di dua provinsi. Asyik kan?

Iklan

7 thoughts on “Mengagumi Negeri Danau-danau

  1. wow.. belom pernah nyoba tuh..
    pasti seru yah..
    tapiii… ada pict2 nya gak bang?? biar bisa ikut menikmati seru nya perjalanan mu..
    menarik banget yah..

    hanya dlm 12 jam??

    lain kali ajak2 donk bang.. 😆

    oh ya, minal aidin wal faidzin yah.. meski dah telat.. 🙂

  2. Kalau di situ mudik 12 jam untuk menikmati indahnya pemandangan, maka di sini menikmati kemacetan. Perjalanan yang harusnya 3 jam bisa jadi 9 jam.

  3. eh, ternyata aku baru tahu kalau marsitol itu mbak upik to. salam. selamat hari raya idul fitri. mohon maaf lahir dan bathin.

    tentang mudik 12 jam, ricki suatu saat akan menikmatinya, insya Allah. padahal arah mudik kita hampir satu jalur, ya? aku juga mohon maaf lahir batin tidak permisi dulu ke ricki selaku tuan rumah di ranah minang tu… he he..

  4. SALAM KENAL YA UDA JONI. SAYA ADALAH PUTRA KERINCI JUGA. SAYA LAHIR DI KAYU ARO, TEPATNYA DI DESA BEDENG VIII, KALO BOLEH TAU UDA KAYU ARONYA DIMANA?

    • bro…gw juga putra kayu aro tepatnya di desa bedeng II, terakhir gw pulkam agustus 2006. Lebaran nih pgn pulang da rindu bgt ma kampung tp kyknya lom bisa..kemgkinan sih..thn depan gw balik….ortu ma adek2 gw msh di sana…

  5. suasana mudik adalah yang paling asik.secara gw jarang mudik.yang pasti danau di sumbar paliiiiiiing bagus menurut gw se.sorry bukan gw narsis lo tapi tu mang kenyataan lo……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s