100 Tahun, Bangkitlah!

Ya, seratus tahun sudah sejak para pahlawan itu menyataken Indonesia, yang dulunya juga disebut daripada Nusantara, ini bangkit. Tapi kita kok senengnya tengkurep, terutama para koruptor kalo lagi diincar KPK.

Edannya, orang-orang di KPK juga seneng tiarap kalo udah berhadapan dengan politisi. Kalo semuanya sudah maen politik-politiken, ya sudah. Yang kenyang ya orang-orang di gedung wakil rakyat.

Apa nggak malu duduk di gedung wakil rakyat tapi isi otaknya kok mau makan uang rakyat terus, ngayain diri sendiri –sangat jelas tidak mawakili maunya daripada rakyat Indonesia?

Ini sudah 100 tahun kita disebut bangkit, tapi negara ini kok masih nggletak di antara sekian banyak negara yang baru bangkit tapi sudah tegak berdiri tegap.

Biarlah Soeharto sakit dan nggletak karena memang sudah tua. Tapi kita yang muda-muda harus bangkit dong. Herannya, menyebutkan kata bangkit kok ueenaaak tenan, sementara bertindak bangkit kok susahe ora ketulungan. Ueedaaan!

Ya, sudah, ayo bangkit. Kalo gak bisa bangkit, ngomong saja juga tidak apa-apa. Ayo rame-rame ngomong satu kata: Bangkit!

Kalo tidak mau juga, datanglah ke kotaku. Di sinilah yang namanya daripada “Kue Bangkit” begitu dikenal orang. Mungkin saja kue ini bisa menggantiken sentuhan daripada Mak Erot atau anak-cucunya dalam urusan “bangkit-membangkitkan”.

Iklan

One thought on “100 Tahun, Bangkitlah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s