That’s It, Obama!

obama-5-11-08Barack Obama menang. Mulai hari ini waktu Indonesia, dialah presiden AS –akan dilantik pada awal 2009. Sebagai fans Obama, saya ucapkan selamat…, selamat…, selamat.

Bekas anak Menteng itu –Obama pernah sekolah di SD Negeri 01 Menteng, Jakarta— mungkin tidak tahan hendak mewujudkan mimpi-mimpinya: Change. Ya, perubahan. Itulah tema kampanyenya, seperti “Change we can believe” atau “Change we need”.

Apa arti kemenangan Obama bagi Indonesia?

Perusahaan-perusahaan besar AS saya pikir tetap akan bercokol di Indonesia. Kebijakan politik negara itu untuk Indonesia saya kira juga tidak akan banyak berubah. Papua, misalnya, masih akan menjadi mainan para politisi, intelijen dan pebisnis AS, dan Obama tak bisa banyak berbuat. (Soal kepentingan AS di Papua, misalnya, bisa dibaca di blog ini).

Tetapi, paling tidak, secara pribadi Obama ingat sejarahnya. Kedekatan historis ini akan ditambah dengan kedekatan emosional. Bapak tirinya, Soetoro, orang Indonesia, sedangkan ibunya, Ann Dunham, lama belajar di Indonesia. Saat melihat peta dunia, mata Obama mungkin masih akan mengerling ke titik kecil dengan tulisan Jakarta.

Dengan kedekatan seperti itu, kita berharap Obama lebih ramah kepada bangsa Indonesia. Karena ia berasal dari kalangan kulit hitam –yang  dalam catatan sejarah menjadi mainan kulit putih—kita juga berharap Obama lebih ramah kepada dunia, terutama negara-negara Islam yang selalu dipojokkan Barat pimpinan AS.

Saya yakin, Obama tidak sejahat George W Bush yang dengan mudah menggantung Saddam Hussein dengan tuduhan penjahat bersenjata pemusnah masal. Padahal, sampai sekarang senjata itu tak pernah ditemukan.

Sejahat apa pun Saddam bagi rakyatnya, saya berharap dia menghantui Bush dari dalam kubur sana. Karena yang berhak menggantung Saddam bukan Bush atau militer koalisi pimpinan AS, tetapi rakyat Irak sendiri.

Andai saja suatu waktu pejabat Amerika benci Indonesia, misalnya dengan tuduhan kita memiliki senjata pemusnah masal, presiden kita juga pasti sudah digantung. Bush atau John McCain mungkin akan melakukan itu tanpa merasa berdosa.

Sebaliknya, saya yakin Obama akan berpikir seribu kali lipat untuk menggantung presiden kita. Ia dibesarkan di kalangan minoritas yang penuh toleransi. Itu yang saya baca dari berbagai artikel dan buku.

So, kemenang Obama merupakan citra baru Amerika di mata dunia. Masak Obama mau merusaknya lagi? Jangan sampailah, Bung.

Iklan

3 thoughts on “That’s It, Obama!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s