Presiden yang Membanggakan

capresKarena alasan tertentu, saya pribadi mendukung Jusuf Kalla (JK) menjadi Presiden RI untuk periode lima tahun ke depan. Saya dan Kalla sama-sama berasal dari luar Jawa. Apa pun untung dan ruginya dari pertalian itu, memiliki orang luar Jawa sebagai Presiden RI adalah kebanggaan tersendiri bagi saya. Hanya karena rasa bangga saja?

Tidak. Saya suka sikap JK yang terbuka, seperti apa adanya dirinya. Lincah, tak dibuat-buat, berpikir realistis dan pandai berargumen. Tegas juga, punya sikap dan bersahaja. Tampak sekali dia banyak menimba ilmu dari pengalaman langsung, bukan teori belaka.

Saya kecewa dengan SBY. Tetapi, bila Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memenangkan pemilihan presiden yang dihelat pagi ini, saya juga harus menerimanya. Itulah demokrasi. Dan, begitulah politik. Harus diakui, popularitas SBY masih tinggi –yang otomatis menaikkan elektabilitasnya. Satu hal lagi, dia masih tampak bersih.

Apa salah SBY di mata saya? Pertama, dia tanpa menimbang perasaan orang seperti saya berani-beraninya memilih Boediono, sama-sama orang Jawa Timur, sebagai calon wakilnya. Menurut saya, masih ada orang Jawa Tengah dan Jawa Barat bila memang SBY tak menemukan calon di luar Jawa.

Dia juga sudah mengabaikan pikiran saya –dan pikiran banyak orang– bahwa maju dengan JK itu jauh lebih baik dampaknya bagi Indonesia yang sudah bangkit di bawah kepemimpinan dia. Andaikata dia tetap bersama JK, Indonesia akan mengalami lompatan besar dalam sejarah. Saya melihat ada sikap egois pada SBY, memikirkan diri sendiri, bukan Indonesia.

Salah lainnya, dia tak menunjukkan sikap aslinya. Ada polesan untuk menonjolkan citranya. Akibatnya, sosok intelektual kharismatisnya mulai redup.

Megawati? Dari dulu, sejak ia menjabat Presiden RI menggantikan Gus Dur saya memang tak pernah menemukan pancaran jiwa kepemimpinan pada Mega. Saya belum bisa menerima kenapa Mega tak mewarisi kharisma Bung Karno, ayahnya itu.

Jadi, andaikata Mega terpilih lewat pilpres kali ini, saya sangat marah dengan masyarakat Indonesia yang telah memilihnya. Sosok Mega memang menjual untuk kepentingan politik, tetapi banyak sosok lain yang lebih layak jadi pemimpin republik ini.

Nah, dengan latar belakang seperti itu, maka saya mendukung pilpres dua putaran dengan SBY dan JK masuk final. Kalau satu putaran, dengan kemenangan untuk SBY, saya akan merasa sedikit terluka. Terlalu telak sakitnya bagi JK juga bagi saya.

Bagaimana bila satu putaran itu dimenangkan JK? Saya takut saya tak mempercayai hasil pilpres itu. Jadi, tak usahlah satu putaran. Lagipula, kalau dua putaran kan pilpres tahun ini menjadi lebih dramatis. Setuju, ya?

sumber foto: www.kompas.com

Iklan

2 thoughts on “Presiden yang Membanggakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s