Kesalnya bila Dapat Novel Rusak

IMG00281-20130331-2053

Sudah beberapa bulan ini saya kembali menggandrungi buku-buku lama semisal buah tangan Agatha Christie dan Sir Arthur Conan Doyle. Baik yang sudah pernah saya baca di waktu muda, maupun yang belum sama sekali. Baik yang pernah saya beli –yang sekarang entah di mana bukunya—maupun yang saya baca di sejumlah perpustakaan.

Sebagian besar yang ingin saya baca memang adalah kisah-kisah detektif, sekadar menapak tilas perjalanan Miss Marple, Sherlock Holmes atau Hercule Poirot. Tetapi, terkadang saya juga membeli buku-buku klasik dengan kisah klasik pula, semisal histrorical romance What Happens in London karangan Julia Quinn. Buku-buku seperti ini sebenarnya adalah “makanan” sehari-hari saya semasa kuliah di akademi bahasa asing dulu di Padang. Dan buku-buku tersebut kebetulan memang lagi ramai dicetak dan diterbitkan ulang oleh Gramedia.

Nah, alkisah yang terkait dengan judul tulisan ini adalah pengalaman dari berbelanja buku di TB Gramedia Jambi. Tempo hari, tanpa pertimbangan khusus –sembarang comot—saya mengambil buku Penumpang ke Frankfurt-nya Agatha Christie. Tentu saja, yang masih berbungkus plastik.

Singkat cerita, setelah membayar, buku itu dibawa pulang lalu saya mulai membacanya. Ternyata itu bukan kisah detektif seperti yang selama ini saya sukai. Tak ada tokoh M Poirot atau Miss Marple dalam buku tersebut. Buku ini lebih ke cerita politik, pergolakan di kalangan anak-anak muda di Inggris. Ya, saya menyesal memilih buku itu, tetapi tetap membacanya. Namun, bukan ceritanya itu yang mengganjal.

Yang membuat tidak nyaman adalah novel tersebut dijilid asal-asalan. Seperti ditampilkan di daftar isi, buku tersebut dibagi tiga, yakni Buku I Perjalanan yang Terganggu; Buku II Perjalanan Menuju Siegfried; dan Buku III Di Dalam dan di Luar Negeri.

Buku I terdiri dari sembilan bagian, mulai dari bagian 1 dengan judul Penumpang ke Frankfurt di halaman 17 sampai ke Rumah Dekat Godalming yang berakhir di halaman 149. Selanjutnya masuknya ke Buku II Perjalanan Menuju Siegfried dengan tiga bagian, yakni Wanita di Dalam Schloss (bagian 10), Yang Muda, yang Cantik (bagian 11) dan Badut Kerajaan (bagian 12). Berdasarkan daftar isi, Badut Kerajaan dimulai dari halaman 192 dan berakhir di halaman 149.

Nah, di bagian Badut Kerajaan inilah buku tersebut mulai salah. Pada buku Perjalanan ke Frankfurt cetakan ketiga; Maret 2013, dengan penerbit PT Gramedia Pustaka Utama dan pencetak Prima Grafika, Jakarta, yang saya beli di TB Gramedia Jambi, setelah halaman 192 ternyata kembali lagi ke halaman 145, yakni bagian dari cerita berjudul Rumah Dekat Goldaming (bagian 9) pada Buku I. Jelasnya, ada halaman yang ganda di buku tersebut, yakni halaman 145 sampai halaman 160. Di bagian lain, ada halaman yang hilang, yakni halaman 193 sampai halaman 208. Halaman yang hilang tersebut termasuk isi dari Buku III Di Dalam dan di Luar Negeri, yakni bagian 13 Konferensi di Paris.

Saya sudah melaporkan ke cs[at]gramediashop, tetapi saya salah alamat. Saya disarankan melapor ke Gramedia Jambi. Saya lalu meminta cs[at]gramediashop juga meneruskan email saya, yang juga berisi nomor telepon saya ke Gramedia Jambi. Entah dilakukan atau tidak. Yang pasti, saya tidak melapor ke Gramedia Jambi dengan berbagai alasan. Salah satunya, bukti pembeliannya –yang mungkin diminta– sudah saya buang.

Dalam laporan ke gramediashop, saya tidak menyebutkan hendak meminta ganti. Tetapi tentu saja saya menginginkan buku tersebut diganti karena membaca buku yang tidak lengkap ibarat sedang enak-enak makan nasi tiba-tiba menggigit pasir. Atau lagi enak-enak bermimpi enak tiba-tiba di bangunan, eh, dibangunkan!

Saya menulis di sini tanpa maksud atau niat buruk ke Gramedia. Saya hanya sedang menulis pengalaman, bahwa penerbit sebesar Gramedia juga terkadang sembrono mengeluarkan hasil cetakan. Saya perlu menyampaikan ini karena saya mencintai Gramedia. Jangan-jangan, kesalahan serupa terjadi di banyak buku yang dibeli oleh banyak orang. Dengan menulis ini, semoga ke depan tidak terulang lagi kesalahan seperti ini. Salam.[jr]

Iklan

2 thoughts on “Kesalnya bila Dapat Novel Rusak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s