Puisi-puisi tentang Jambi

Saya menulis tiga puisi ini untuk sebuah antologi yang disiapkan oleh Sanggar Imaji Bangko, Dewan Kesenian Jambi dan Rukam Bangko. Bukunya terbit tahun ini, berjudul “Siginjai Kata-kata” dengan pengantar oleh pengajar cum penyair Dimas Arika Mihardja. 

Pilih Tanah Berhala

telah kubentang sajadah
di tanah berhala

maka tak sujud, tak rukuk
tak tegak allahu akbar
doa-doa pergi

ke ruang remang, remang sekali
gamang, gamang dan ngeri

ini masa meraja pesta,
temaram dan hingar bingar
hingga azan

ini tanah, tanah pilihmu,
tanahmu, tanah kita, tanah berhala

Februari 2016

Paduka di Pulau

mungkin karena paduka di pulau
maka awam tak kunjung pandai

Jambi, Februari 2016

Dari Hantu ke Bau

Kata orang kita muncul dari hantu
mungkin dari zaman batu
lalu menjelma kubu
tak berbaju dan bau

lalu, bertahun-tahun kita tak hantu,
tumbuh di zaman baru,
tapi kubu

bertahun-tahun kita kubu… dan bau

ah, ayolah, kenapa kini kembali hantu,
kubu, tak berbaju… dan bau?

Jambi, 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s