Boro-boro Full Day, di Sini Muridnya Diuber Masuk Hutan

Maunya saya soal full-day school itu tidak usah diperdebatkan (dulu). Lebih baik mana, diskusi soal full day atau tidak full day sementara di pedalaman masih banyak anak yang tidak terjamah pendidikan sama sekali?

Kenapa menurut saya full day school itu tidak usah didiskusikan? Anak-anak saya bersekolah di sekolah yang sejak lama full day. Kelas satu saja sudah berada di sekolah sampai pukul 13.30. Hati-hati, ya, frasa saya adalah “berada di sekolah”, bukan “dicekoki pelajaran”. (Saya sangat khawatir ada haters yang membelokkan kata-kata saya). Anak saya yang kelas lima “berada di sekolah” sampai pukul empat sore. Saya tidak keberatan walau dalam kenyataannya biaya sekolahnya relatif mahal. Saya puas.

Sekolahnya masuk ke dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Selain mata pelajaran berbasis kurikulum nasional, sekolah ini mengajarkan anak-anak membaca dan menghafal Alquran serta beribadah secara intensif.

Baca lebih lanjut

Iklan

Antologi Puisi Siginjai Kata-kata

Ternyata buku antologi puisi yang saya sebut pada postingan sebelumnya sudah diterbitkan dan beredar di kalangan sastrawan dan seniman Jambi. Judulnya: Antologi Puisi Sepucuk Jambi Sejuta Puisi; Siginjai Kata-kata 34 Penyair Jambi. Penerbit: Sanggar Sastra Imaji, Dewan Kesenian Jambi, RKM, 2016. Peminat sastra yang tinggal di Jambi, tunggu acara peluncurannya ya…

Puisi-puisi tentang Jambi

Saya menulis tiga puisi ini untuk sebuah antologi yang disiapkan oleh Sanggar Imaji Bangko, Dewan Kesenian Jambi dan Rukam Bangko. Bukunya terbit tahun ini, berjudul “Siginjai Kata-kata” dengan pengantar oleh pengajar cum penyair Dimas Arika Mihardja. 

Pilih Tanah Berhala

telah kubentang sajadah
di tanah berhala

maka tak sujud, tak rukuk
tak tegak allahu akbar
doa-doa pergi

ke ruang remang, remang sekali
gamang, gamang dan ngeri

ini masa meraja pesta,
temaram dan hingar bingar
hingga azan

ini tanah, tanah pilihmu,
tanahmu, tanah kita, tanah berhala

Februari 2016

Paduka di Pulau

mungkin karena paduka di pulau
maka awam tak kunjung pandai

Jambi, Februari 2016

Dari Hantu ke Bau

Kata orang kita muncul dari hantu
mungkin dari zaman batu
lalu menjelma kubu
tak berbaju dan bau

lalu, bertahun-tahun kita tak hantu,
tumbuh di zaman baru,
tapi kubu

bertahun-tahun kita kubu… dan bau

ah, ayolah, kenapa kini kembali hantu,
kubu, tak berbaju… dan bau?

Jambi, 2016

Makar Media

(Tulisan ini pernah dimuat di JambiBisa.com, November 2015)

Ada istilah baru –setidaknya bagi saya karena ini pertama kali saya mendengarnya– yang menculik pikiran saya sejenak beberapa hari lalu. Itulah “makar media”. Saya sebut “menculik” karena saya langsung dipaksa meninggalkan pekerjaan yang menumpuk untuk mencari tahu dan menulis kolom ini.

Entah karena pintar menciptakan istilah atau karena jengkelnya kepada media atau karena terlalu berapi-api, seorang orator unjuk rasa buruh di Istana Negara pada 28 Oktober lalu menuding media-media arus utama  telah berbuat makar (terhadap buruh). “Ini makar dari media mainstream. Mereka terlihat tidak ada yang meliput kita. Biasanya ada mobil-mobil stasiun televisi nongkrong dekat sini.”  Begitu pernyataannya seperti dikutip portal berita NBC Indonesia, Kamis (28/10).

Katanya, makar oleh media mainstream tidak akan pernah berhasil karena Allah yang maha sebaik-baiknya pembuat makar yang akan menang. Awalnya saya agak merasa lucu dengan istilah makar media itu. Tetapi setelah membaca habis beritanya, saya berempati juga.

Baca lebih lanjut

Transportasi Masal Itu Mutlak

Mass-Transit[1]

Gubernur Jakarta Jokowi pernah disibukkan dengan wacana lanjut tidaknya proyek transportasi publik monorel. Dengan tegas, akhirnya Jokowi menyatakan bahwa proyek yang mangkrak sejak zaman Gubernur Sutiyoso itu akan dilanjutkan. Sebuah pilihan bijak untuk mengurangi kemacetan Jakarta, meleset jauh dari kemauan banyak pihak. Sebagian kalangan, terutama pengusaha otomotif, diam-diam menghendaki rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan, bukan dengan memperkuat transportasi publik atau transportasi masal.

Coba baca artikel ini untuk referensi tentang transportasi publik: http://en.wikipedia.org/wiki/Public_transport

Baca lebih lanjut