Fotografer Itu Bunuh Diri

Suatu waktu saya menguji calon wartawan dengan mengajukan pertanyaan seperti ini:

Andai Anda ditugaskan meliput ke sebuah negeri miskin, lalu bertemu seorang anak kecil kelaparan-kurus-hitam-ceking-kerempeng terjatuh di dekat seekor burung pemakan bangkai, apa yang Anda lakukan? Fokus mengambil foto dengan membiarkan anak kecil itu atau membantu sang anak dengan risiko kehilangan momen foto bagus? Andai Anda, pembaca blog ini, yang berada pada posisi itu, apa pula yang Anda lakukan? Baca lebih lanjut

Iklan

Belajar tentang Perempuan

nagabonar-jadi-2.jpg

Ajaran Nagabonar kepada anaknya, Bonaga, dalam film Nagabonar Jadi 2…

Perempuan selalu ingin ditinggikan sebenang

Disampaikan Nagabonar ketika Bonaga ngotot mengatakan bahwa Monita, gadis manis yang mencintainya, merupakan perempuan mandiri. Jangankan diantar pulang, ditraktir makan pun Monita tidak mau.

Kalau belum paham, tonton saja filmnya. “Apa kata dunia ” kalau masih belum nonton?

Murdoch-Phobia?

Bila deal, satu lagi media besar masuk cengkeraman sang hiu bisnis media, Rupert Murdoch. Raja media asal Australia ini dikabarkan bakal membeli sebagian besar saham Dow Jones, pemilik The Wall Street Journal di negeri Paman Sam sana.

Tahu tidak apa yang dicemaskan awak redaksi Wall Street saat mendengar rencana itu? Murdoch bakal mengintervensi habis kebijakan di redaksi.

Di kalangan wartawan, pemilik News Corps yang baru membeli saham ANTV itu dikenal sering mengedepankan kepentingan bisnis ketimbang jurnalisme. Bahkan, oleh sekelompok orang dia dituding “memerangi jurnalisme”. Benarkah?

Baca tentang dia di Wiki
Simak juga di Woopidoo
Atau nonton film OUTFOXED
– Baca juga majalah Tempo edisi pekan ini.

Aku bekerja di koran dan tidak mau terkena phobia seperti yang menjangkiti wartawan The Wall Street Journal itu. Koran sebagai perusahaan harus berbisnis itu benar. Tetapi berbisnis dengan mengangkangi idealisme jurnalisme itu keterlaluan.

“Beritamu harus bagus, Dik, baru koranmu dibeli orang”. Begitu kata bosku pada suatu waktu dan waktu-waktu lain bila berbicara “duet” –ingat, bukan duel– bisnis dengan jurnalisme. Menjadikan media sebagai benteng investasi politik atau proyek bos-bosnya semata-mata dengan cara membantutkan hak publik untuk tahu (public’s right to know) itu penindasan namanya. Benar tidak?

Merchandise Harry Potter

Waktu ke Singapura tempo hari, aku sudah sempat melirik merchandise seperti ini di salah satu pojok gedung duren –aku lupa nama gedung teater canggih di dekat patung Merlion itu. Udah rogoh dolar di saku –memastikan masih punya duit– dan sudah memilah-milah yang diminati, muncul satu masalah: Teman-teman uring-uringan menunggu.

Memang, tidak satu pun dari mereka yang masuk daftar fan Harry Potter. Tapi mereka semestinya toleran, ya, sama aku? Lha wong, waktu mereka beli ini itu, mau ke sana ke sini, yang kadang-kadang sama sekali tidak aku sukai, aku bela-belain menemani mereka sampai selesai.

(Sayang sekali tongkatku tertinggal di hotel dan waktu itu aku tidak bisa menyebut mantera “accio” dengan benar untuk mengambilnya karena terpengaruh gaya Singlish, sehingga terbaca “aksioma”. Hi hi…, maksain begitu ya? Terus aku pakai mantera ligilimens, maka terlihat bahwa otak mereka dipenuhi rutukan sedangkan hati mereka banjir dongkolan. Maksain juga, ya?)

Rugi besar aku waktu itu. Padahal harga merchandise Harry Potter itu per biji antara 5-30 dolar Singapura. Dibilang mahal, ya, murah karena di kotaku susah dicari. Dibilang murah ya mahal karena satu dolar itu lima ribu perak! Nah, karena penasaran, aku masuk ke thesnicth.co.uk ini. Daripada penasaran terus, melihat gambarnya saja jadilah.

Bila ada teman-teman yang berbisnis barang seperti ini, aku boleh ditawari dong…. Serius. Aku transfer duit dulu juga oke asalkan kualitas barang terjamin.

Itu semua foto-foto diculik dari thesnith.co.uk. Thanks pada mas-mas yang punya itu situs.

Lowongan Kerja di Televisi Jambi

Ada yang tertarik bekerja di stasiun televisi lokal di Jambi? Namanya Jambi TV. Ini stasiun televisi lokal pertama milik swasta di Jambi yang sudah mengantongi rekomendasi KPI. Kantor dan studionya di Graha Pena Jambi (gedung Jambi Independent) di Jalan Jenderal Sudirman No 100 Thehok, Kota Jambi. Sedangkan tower pemancarnya akan dipasang di Graha Pena Jambi Ekspres, Jalan Pattimura No 35.
Simak lowongan berikut ini, mungkin kamu termasuk yang memenuhi kriteria:

Baca lebih lanjut