My Mom is Amazing…

Hampir setahun saya tak menulis di blog ini. Padahal, sepanjang bulan-bulan yang terlewatkan itu banyak sekali yang bisa saya tulis. Tentang buku-buku, film, musik dan perjalanan yang saya nikmati.

Hanya satu jawaban bila Anda bertanya: Malas!

Saya postingkan satu lagu syahdu ini. Ini kisah tentang anak yatim (piatu?) yang membayangkan memiliki ibu dengan senangnya. Katanya, ibunya is so amazing. Ah, ternyata ia mendambakan ibu: betapa amazing-nya ia bila punya ibu… Renungkanlah…

Klip (amatiran) plus lirik ada di sini. Klip aslinya yang di bawah ini:

Iklan

Bila Tiba Waktuku

Sedang senang saja dengan syair lagu ini:

Andai ku tahu kapan tiba ajalku
Ku akan memohon Tuhan tolong panjangkan umurku
Andai ku tahu kapan tiba masakua
Ku akan memohon Tuhan jangan kau ambil nyawaku

Aku takut akan semua dosa-dosa ku
Aku takut dosa yang terus membayangiku

Andai ku tahu malaikat-Mu kan menjemputku
Izinkan aku mengucap kata taubat pada-Mu

Aku takut akan semua dosa-dosa ku
Aku takut dosa yang terus membayangiku
Ampuni aku dari segala dosa-dosa ku
Ampuni aku menagisku bertaubat pada-Mu

Aku manusia yang takut neraka
Namun aku juga tak pantas di surga

Andai ku tahu kapan tiba ajalku
Izinkan aku mengucap kata taubat pada-Mu

Tobat yang baik cukup sekali seumur hidup, bukan tobat “kecil-kecilan” yang dilakukan beratus-ratus kali.

‘Ma kasih untuk Ungu.

Cocok untuk Iwan Fals (?)

Aku menulis beberapa syair yang menurutku cocokdinyanyikan Iwan Fals. Aku hanya bisa membuat syairnya, tanpa pernah bisa menulis notnya. Dari dulu aku tidak suka not, karena itu sampai sekarang tidak bisa baca not balok.

Kenapa Iwan Fals? Dari dulu aku suka suara khasnya. Siapa pun yang menggarap musiknya, vokal Iwan luar biasa. Siapa pun yang menulis liriknya, vokal Iwan tetap luar biasa.

Sayup Sepi Lagu Anak Negeri

Lagu mahasiswa sayup-sayup sepi
di lorong-lorong hati yang terkunci –mati

Demonstrasi bukan buat cari solusi
tapi ajang untuk transaksi
kapal perang menembak sangsi
kapal dagang menangguk rezeki

Itukah demokrasi?!
ingkari nurani atas nama pribumi
itukah demokrasi?!
pukul-merangkul menjual diri
atas nama orang tua sendiri

(Suatu siang di Senayan,
seorang pengemis bertanya kepada polisi:
Pak, bisakah demonstrasi mengisi perut ini?
Pak, bisakah unjuk rasa itu memberi kami tempat berteduh?
Polisi menjawab: Tunggu kami naik gaji)

November, 2006

Negeri Lumpur

Aku berdiri di puncak sepi
melihat ibu mengubur mimpi
wajar negeri ini subur
sumber daya begitu makmur
wajar! negeri ini penuh lumpur

Politisi sabar mengantri
jadi penyubur bumi kolusi
penegak hukum setia senyum
menebar pupuk ladang korupsi

Aku terjatuh di nisan mimpi
orang-orang berebut nasi
petani mandi di kali mati
buruh mengikat perut
pedagang lari kalang kabut
lihat pejabat semakin gendut

Wajar! negeri ini mimpi
wajar! bumi ini mati
wajar! tanah ini tanpa hati

November, 2006

Jangan Katakan Cinta

Selamatkan aku dari kusut cintamu
terpendam di sini aku kedinginan
malam panjang dan berlalu sia-sia
hujan semalaman aku terbiar

Jangan katakan cinta, di kala kau di sana
resah di pangkuannya membuka mata
jangan katakan cinta bila belenggu ragu
terpaut erat di hatimu

Sabar, aku tak sabar
kutampar dada, kuteriakkan cinta
kubakar hati, kuteriakkan murka
engkau dusta, tak puas mendua

Jauhkanlah aku dari manis sapa
dan lembut kecup bibirmu
jauhkanlah aku dari mimpi memilikimu

November, 2006

Foto Iwan Fals di majalah Time itu adalah milik Wikipedia.