Viralitas Tak Terbendung

graph-retroV
Situs berita online bertumbuh seperti jamur di musim hujan. Dari segi penjangkauan publik –atau dalam istilah media disebut readership, masyarakat pembaca kini boleh meyakini bahwa media online sudah menjadi raja. Ia ditopang sederetan aplikasi media sosial dan, yang terpenting, karakter viralitas.

Berbicara di forum Publish Asia 2016 di Fort Santiago, Manila, Filipina, chairman Jawa Pos Group Azrul Ananda mengakui masifnya gempuran media online. Mengutip Roy Morgan Research 2015, Azrul menyebutkan bahwa tren global Indonesia memperlihatkan penetrasi Internet sebanyak 43 persen dan penetrasi koran tertahan di angka 34 persen. Baca lebih lanjut

Makar Media

(Tulisan ini pernah dimuat di JambiBisa.com, November 2015)

Ada istilah baru –setidaknya bagi saya karena ini pertama kali saya mendengarnya– yang menculik pikiran saya sejenak beberapa hari lalu. Itulah “makar media”. Saya sebut “menculik” karena saya langsung dipaksa meninggalkan pekerjaan yang menumpuk untuk mencari tahu dan menulis kolom ini.

Entah karena pintar menciptakan istilah atau karena jengkelnya kepada media atau karena terlalu berapi-api, seorang orator unjuk rasa buruh di Istana Negara pada 28 Oktober lalu menuding media-media arus utama  telah berbuat makar (terhadap buruh). “Ini makar dari media mainstream. Mereka terlihat tidak ada yang meliput kita. Biasanya ada mobil-mobil stasiun televisi nongkrong dekat sini.”  Begitu pernyataannya seperti dikutip portal berita NBC Indonesia, Kamis (28/10).

Katanya, makar oleh media mainstream tidak akan pernah berhasil karena Allah yang maha sebaik-baiknya pembuat makar yang akan menang. Awalnya saya agak merasa lucu dengan istilah makar media itu. Tetapi setelah membaca habis beritanya, saya berempati juga.

Baca lebih lanjut

Kesalnya bila Dapat Novel Rusak

IMG00281-20130331-2053

Sudah beberapa bulan ini saya kembali menggandrungi buku-buku lama semisal buah tangan Agatha Christie dan Sir Arthur Conan Doyle. Baik yang sudah pernah saya baca di waktu muda, maupun yang belum sama sekali. Baik yang pernah saya beli –yang sekarang entah di mana bukunya—maupun yang saya baca di sejumlah perpustakaan.

Sebagian besar yang ingin saya baca memang adalah kisah-kisah detektif, sekadar menapak tilas perjalanan Miss Marple, Sherlock Holmes atau Hercule Poirot. Tetapi, terkadang saya juga membeli buku-buku klasik dengan kisah klasik pula, semisal histrorical romance What Happens in London karangan Julia Quinn. Buku-buku seperti ini sebenarnya adalah “makanan” sehari-hari saya semasa kuliah di akademi bahasa asing dulu di Padang. Dan buku-buku tersebut kebetulan memang lagi ramai dicetak dan diterbitkan ulang oleh Gramedia. Baca lebih lanjut

2010 in review (Catatan dari WordPress)

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads This blog is on fire!.

Crunchy numbers

Featured image

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 9,900 times in 2010. That’s about 24 full 747s.

In 2010, there were 2 new posts, growing the total archive of this blog to 96 posts.

The busiest day of the year was November 30th with 88 views. The most popular post that day was Harry Potter, Daniel Radcliffe dan Zumi Zola.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were search.conduit.com, google.co.id, facebook.com, start.facemoods.com, and migontor.wordpress.com.

Some visitors came searching, mostly for zumi zola, kata kata puisi cinta, jambi tv, buku-buku, and iklan lowongan kerja.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Harry Potter, Daniel Radcliffe dan Zumi Zola March 2007
239 comments

2

puisi-puisi cinta j. rizal September 2006
30 comments

3

Anak-anak Bung Karno, Siapa Ingat Bengkulu? January 2009
6 comments

4

Lowongan Kerja di Televisi Jambi May 2007
71 comments

5

Sebuah Animasi September 2008
4 comments