My Mom is Amazing…

Hampir setahun saya tak menulis di blog ini. Padahal, sepanjang bulan-bulan yang terlewatkan itu banyak sekali yang bisa saya tulis. Tentang buku-buku, film, musik dan perjalanan yang saya nikmati.

Hanya satu jawaban bila Anda bertanya: Malas!

Saya postingkan satu lagu syahdu ini. Ini kisah tentang anak yatim (piatu?) yang membayangkan memiliki ibu dengan senangnya. Katanya, ibunya is so amazing. Ah, ternyata ia mendambakan ibu: betapa amazing-nya ia bila punya ibu… Renungkanlah…

Klip (amatiran) plus lirik ada di sini. Klip aslinya yang di bawah ini:

Iklan

Presiden yang Membanggakan

capresKarena alasan tertentu, saya pribadi mendukung Jusuf Kalla (JK) menjadi Presiden RI untuk periode lima tahun ke depan. Saya dan Kalla sama-sama berasal dari luar Jawa. Apa pun untung dan ruginya dari pertalian itu, memiliki orang luar Jawa sebagai Presiden RI adalah kebanggaan tersendiri bagi saya. Hanya karena rasa bangga saja?

Tidak. Saya suka sikap JK yang terbuka, seperti apa adanya dirinya. Lincah, tak dibuat-buat, berpikir realistis dan pandai berargumen. Tegas juga, punya sikap dan bersahaja. Tampak sekali dia banyak menimba ilmu dari pengalaman langsung, bukan teori belaka.

Saya kecewa dengan SBY. Tetapi, bila Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memenangkan pemilihan presiden yang dihelat pagi ini, saya juga harus menerimanya. Itulah demokrasi. Dan, begitulah politik. Harus diakui, popularitas SBY masih tinggi –yang otomatis menaikkan elektabilitasnya. Satu hal lagi, dia masih tampak bersih. Baca lebih lanjut

Dan, Merah Putih pun Heran

bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
untuk Indonesia raya…

(dari lagu Indonesia Raya)

Dari dulu jiwa bangsa ini rusak. Dari dulu badan bangsa ini bopeng, korengan.

Itulah sebabnya, setiap ultah kemerdekaan warga Indonesia diminta bersemangat membangun negara ini. Rakyat miskin diseru untuk bangkit; orang kecil dielu-elukan sebagai pahlawan ekonomi –lewat program yang disebut ekonomi kerakyatan.

Lalu, ketika hari Sumpah Pemuda, yang diperingati setiap 28 Oktober, orang-orang muda dijago-jagokan sebagai kelompok yang sangat berarti memperbaiki negeri ini dari kekuasaan yang korup, tiran.

Semua itu, sejatinya, untuk membangun jiwa bangsa ini yang rusak dari dulu, jauh sebelum lagu Indonesia Raya diciptakan. Semua itu untuk menyusun kembali serpihan-serpihan negara yang centang-perenang ini. Dus, agar orang miskin berkeyakinan bahwa bekerja bisa membuat kaya, agar orang muda terus merasa bahwa banyak berbuat di masa muda bermanfaat di hari tua. Baca lebih lanjut

Don’t Sell Poverty

Kenapa orang jatuh miskin? Karena bodoh. Karena malas. Itu saja penyebabnya. Kalau ada orang yang sudah begitu pintar dan rajin tetap saja miskin, pasti masih ada bodoh dan malasnya.

Bukannya saya tidak percaya nasib. Nanti dulu. Tuhan pasti menolong umatnya yang tekun berusaha dan berdoa. Hanya orang pintar dan rajin mau melakukan itu. Orang bodoh dan malas mana mau. Namanya juga bodoh, namanya juga malas.

Jadi bagaimana menolong orang miskin di dunia ini? Rangsang orang bodoh untuk belajar, rangsang orang malas untuk bekerja. Jangan beri mereka uang. Beri mereka pelajaran yang mereka perlukan untuk mencari nafkah dan tanamkan disiplin bekerja keras.

Baca lebih lanjut

Bila Hanya Catatan Pinggir

Saya bukan pelanggan majalah Tempo. Kantor saya yang berlangganan. Saya hanya orang yang setia setiap pekan menunggu majalah itu terbit dan tak pernah luput membaca Catatan Pinggir Goenawan Mohamad (GM).

Hampir setiap edisi Tempo saya beli. Masalahnya, kini saya sering kurang suka Tempo. Tempo mulai kurang tajam dan jarang menurunkan hasil liputan investigasi. Malah kebanyakan advertorial (inforial) pemerintah pusat dan daerah. Karena itu, belakangan saya sering jengkel membeli majalah Tempo tanpa tulisan menarik, kecuali Catatan Pinggir.

Nah, kini saya tak perlu repot-repot lagi, tak perlu marah-marah lagi bila ketemu majalah Tempo yang tidak menarik. Saya bisa buka-buka sedikit Tempo di kantor sebelum memutuskan untuk membelinya atau tidak.

Kalau tidak ada yang menarik, saya tak membelinya. Catatan Pinggir-nya? Ada Andreas Iswinarto yang membuat daftar 35 sumber bacaan (e-book) gratis (saya tahunya dari milis jurnalisme) di blognya. Tercantum juga di situ link ke blog Catatan Pinggir GM.

Oh, ya, juga ada tentang Tan Malaka dan buku-buku tentang Che Guevara, dan lain-lain.

Thanks untuk Andreas. Sungguh link-link yang Anda masukkan itu sangat bermanfaat.