Kesalnya bila Dapat Novel Rusak

IMG00281-20130331-2053

Sudah beberapa bulan ini saya kembali menggandrungi buku-buku lama semisal buah tangan Agatha Christie dan Sir Arthur Conan Doyle. Baik yang sudah pernah saya baca di waktu muda, maupun yang belum sama sekali. Baik yang pernah saya beli –yang sekarang entah di mana bukunya—maupun yang saya baca di sejumlah perpustakaan.

Sebagian besar yang ingin saya baca memang adalah kisah-kisah detektif, sekadar menapak tilas perjalanan Miss Marple, Sherlock Holmes atau Hercule Poirot. Tetapi, terkadang saya juga membeli buku-buku klasik dengan kisah klasik pula, semisal histrorical romance What Happens in London karangan Julia Quinn. Buku-buku seperti ini sebenarnya adalah “makanan” sehari-hari saya semasa kuliah di akademi bahasa asing dulu di Padang. Dan buku-buku tersebut kebetulan memang lagi ramai dicetak dan diterbitkan ulang oleh Gramedia. Baca lebih lanjut

Iklan

My Mom is Amazing…

Hampir setahun saya tak menulis di blog ini. Padahal, sepanjang bulan-bulan yang terlewatkan itu banyak sekali yang bisa saya tulis. Tentang buku-buku, film, musik dan perjalanan yang saya nikmati.

Hanya satu jawaban bila Anda bertanya: Malas!

Saya postingkan satu lagu syahdu ini. Ini kisah tentang anak yatim (piatu?) yang membayangkan memiliki ibu dengan senangnya. Katanya, ibunya is so amazing. Ah, ternyata ia mendambakan ibu: betapa amazing-nya ia bila punya ibu… Renungkanlah…

Klip (amatiran) plus lirik ada di sini. Klip aslinya yang di bawah ini:

Presiden yang Membanggakan

capresKarena alasan tertentu, saya pribadi mendukung Jusuf Kalla (JK) menjadi Presiden RI untuk periode lima tahun ke depan. Saya dan Kalla sama-sama berasal dari luar Jawa. Apa pun untung dan ruginya dari pertalian itu, memiliki orang luar Jawa sebagai Presiden RI adalah kebanggaan tersendiri bagi saya. Hanya karena rasa bangga saja?

Tidak. Saya suka sikap JK yang terbuka, seperti apa adanya dirinya. Lincah, tak dibuat-buat, berpikir realistis dan pandai berargumen. Tegas juga, punya sikap dan bersahaja. Tampak sekali dia banyak menimba ilmu dari pengalaman langsung, bukan teori belaka.

Saya kecewa dengan SBY. Tetapi, bila Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memenangkan pemilihan presiden yang dihelat pagi ini, saya juga harus menerimanya. Itulah demokrasi. Dan, begitulah politik. Harus diakui, popularitas SBY masih tinggi –yang otomatis menaikkan elektabilitasnya. Satu hal lagi, dia masih tampak bersih. Baca lebih lanjut

Ngefan Iwan Fals, Menang Lomba

catalog_iwanBerkutat di Facebook banyak manfaatnya –selain banyak juga  “busuknya” sebagaimana ditulis tabloid Nova pekan ini. Lebih bermanfaat lagi karena saya bisa jumpa teman satu sekolahan/kuliahan dan tambah teman. Lebih bermanfaat lagi ketika saya gabung jadi fans Iwan Fals.

Ini Iwan Fals di Facebook dan website Iwan Fals

Ceritanya, tim Iwan Fals (Tiga Rambu) punya proyek yang disebut Karya Kita. Bulan lalu mereka gelar acara Potret Cinta. Ini lomba puisi cinta. Pemenang akan dapat hadiah menarik dari tim Iwan Fals plus puisinya dibacakan Iwan saat konser bulanan pada akhir Februari lalu. Baca lebih lanjut

Anak-anak Bung Karno, Siapa Ingat Bengkulu?

Bung Karno bersama Fatmawati dan Guntur. Dalam caption disebutkan bahwa Fatmawati isteri kedua.

Bung Karno bersama Fatmawati dan Guntur. Dalam caption (keterangan foto) berbahasa Inggris itu disebutkan bahwa Fatmawati isteri kedua. Sumber foto: Wikipedia

Hanya beberapa jam setelah matahari 2009 nongol di langit Indonesia pada 1 Januari lalu, aku dan beberapa rekan berada dalam perjalanan ke Bengkulu. Selepas Sarolangun (Jambi) dan Lubuk Linggau (Sumsel), di antara gerimis kami melintasi dinginnya kawasan pertanian di Rejang Lebong dan Kepahiang.

Nyaman sekali rasanya melintasi jalan-jalan berliku dan berhutan di punggung Bukit Barisan itu. Sejuk dan adem, seperti berada di kaki Gunung Kerinci, tempat kelahiranku. Selepas senja kami memasuki Bengkulu, kota kelahiran Fatmawati, isteri ketiga Bung Karno (BK).

Bincang-bincang soal BK, kami sempat mampir ke rumah yang ia diami semasa diasingkan pada kurun waktu 1938-1942. Kagum aku melihat kecantikan Fatmawati muda dalam foto bersama Bung Karno dan isteri keduanya, Inggit Garnasih. Ibu Negara RI pertama itu tampak menggemaskan. Baca lebih lanjut