puisi lain

Tentang Sorga

Di jalan ke sorga orang-orang menabur doa
aku coba bertanya, sebelah mana pintunya?
tapi orang-orang ternganga dan kian deras berdoa

Aku menggamit orang-orang berdoa
tapi selalu ada yang bertanya, apakah kau dari sana?
berilah aku sebilah pena, maka kutulis doa dan peta sorga

Oktober 1999-2005

Di Sebuah Pulau

Andai aku sebuah pulau
ingin kupesan kepada angin

agar perahumu bersandar padaku

tapi aku adalah perahu

yang limbung diempas angin

dan kandas di suatu pulau tanpamu

April 1999

Puisi Cinta 30 September

Kembalilah, Anak-anakku
(Bagi para perantau korban tragedi 30 September 1965)

lama benar kita tak berpeluk cium,
saling bersandar bahu atau beradu punggung
di sini pangkuan, anak-anakku, walau tiada harum
kembalilah selagi langkahmu setegap ini menanggung

anak-anakku, bila suatu masa engkau mendengar
nyanyian pulau kelapa sambil berdansa,
tembuslah malam; ingat di mana terakhir
kau melihat rama-rama.
di makam bapak, bukan? di balik kamboja.
tanah basah ini menebar aroma syorga
dan malam gemerlap itu tak lebih neraka

lama tak berpagut rindu, sayangku, putra-putri kecilku
siapa ibunda bila tak menunggu pulangmu,
siapa ayahanda bila tak berharap ziarahmu,
siapa dirimu bila tak mengenal tanah darahmu,
rumah istirahmu

Jambi, 30 September 2006

thanks to uli kozok

i found it when surfing last night, a new proof of ancient kerinci, my beloved home. this such works will be greatly appreciated by kerincinese, especially by me. event a draft, i think it is important to place uli’s paper here. as uli noted, do not quote the content of the paper (for scientific uses, of course).

may be next time uli publishe the final copy of the very useful paper on the net, and we, who care about history and eager to know much about kerinci dan its rare written stories, will get informed.

thanks to uli. sorry for i attach your draft paper here without your prior permission.

click here to get uli’s paper